sebelumnya terimakasih banyak buat buat yang sedang membaca!!!!
cerita ini dibuat bedasarkan pemikiranku sendiri, jadi apabila terdapat banyak sekali typo. mohon dimaafkan yah guys.... Enjoy!!!
cerita ini dapat ditemukan diakun wattpad aku simah_aj
prolog
Misteri surat
misterius
hari itu, lagi lagi sebuah surat misterius entah darimana asalnya ada
tiba tiba didepan pintu kamar kostku. Aku menyerngit ngeri memandangi ada
sedikit bercak darah yang menandai surat itu. Tubuhku bergidik ngeri mengambil
surat yang menempel tepat di pintu. Dengan ketakutan ku raih surat itu dan
kemudian membacanya, aku membelalak kaget dan tak sengaja menjatuhkan surat itu
kelantai, aku menatap surat itu dengan ketakukan air mata ketakutan yang mulai
membasahi pipi, raut wajah yang mulai memucat setelah membaca tulisan itu.
” dendamku adalah dendammu, jadi
kau harus menyelesaikannya , jika tidak satu persatu orang yang kau sayangi
akan menghilang, LENYAP’’ tulis seseorang dalam tulisan
itu.
Aku segera berlari masuk kekamarku dengan wajah memucat, sambil
menangis ketakutan.
‘’ apa ini siapa yang mengirimnya, tolong hentikan, aku tidak mau
melakukan apapun, jangan lakukan ini padaku, aku mohon’’ jeritku dalam kamar.
part 1
Awal permulaan.
Beberapa hari lalu.
Suasana kantin kampus yang begitu
ramai hari ini, aku pun juga sedang mencari kursi kosong yang dapat aku duduki
untuk meletakan semangkok bakso cukup
panas yang barusan aku beli, sesekali
aku merintih kepanasan karna mangkok bakso yang ku pegang. sambil celingak
celinguk aku melihat keseluruh tempat duduk, namun nihil semua sudah dipenuh
dengan mahasiswa yang sedang makan disana . aku mengeluh dan kemudian berniat
untuk tidak jadi mencari tempat duduk disana. Aku membalikan badanku. Namun
sial semangkok baksoku tumpah mengenai seorang
wanita berambut panjang yang merupakan senior dan salah satu primadona
kampus disini, jasmine namanya.
Jasmine merintih kepanasan sambil
mengibaskan tangan nya keseragamnya.
‘’ m...aa..ffkan sa...aya
...sa..ya ..tidak se....se..ngaja ‘’ ucapku terbata bata . sambil berusaha
membersihakan seragam jasmine yang terkena tumpahan baksoku tadi.
‘’ dasar cupu bodoh, beraninya lo
ngotorin baju gue, lo aku akan tau akibatnya’’
ucap jasmine tampak sangat marah dan kini memelintir tanganku dengan
keras.
Aku merintih kesakitan, semua orang memperhatikan kami , tapi tak ada
yang bisa menghentikan perbuatan jasmine terhadapku. Semua seakan bungkam
melihatku merintih kesakitan tak ada yang berani dengan jasmine karena orang
tuanya adalah orang yang paling terkenal dan disegani di kampus ini, itu
sebabnya jasmine suka semena mena dengan mahasiswa dan mahasiswi lain terutama
pada joniur yang orang anggap cupu seperti diriku ini.
‘’awwwhhh.. tolong lepaskan ini
sangat sakit’’ ucapku sambil berusaha melepaskan pegangan jasmine.
‘’ enak saja lo cupu sialan, gak
tau diuntung . udah berani beraninya ngotorin baju gue dasar cupu sialan’’ ucap
jasmine yang kini menjambak rambutku.
Jasmine kemudian membawaku menuju toilet tanpa melepaskan cengkramannya
dari rambutku, sering kali aku meminta jasmine untuk melepaskanku, dia justru
semakin menyiksaku . rintihan kesakitan
ku malah membuatnya begitu puas dan semakin menjadi jadi. Dia menguyurku dengan
air aku menagis sejadi jadinya . jasmine kemudian mengunciku ditoilet. aku hanya
bisa mengedor gedor pintu toilet sambil memohon keada jasmine untuk membukanya.
‘’ cupu sialan, itulah akibatnya
kalo lo berani berurusan dengan gue, jangan harap lo bisa selamat dari gue,
MATI SAJA BODOH SIALAN’’ ucap jasmine tanpa merasa bersalah dan kemudian
berlalu meninggalkan ku yang masih mengedor gedor pintu toilet.
Ku hanya bisa menangis dan menyesali
keadaanku sekarang. Menyesali kenapa aku tidak melawan jasmine yang semena mena
terhadapku hari ini .
Ku pegang kalung liontin yang ku
pakai nampak poto ayah dan bunda yang memhiasi dalam liontin itu. ‘’ayah, ibu
aku sangat rindu kalian.tolong aku ayah tolong aku ibu.. aku takut disini....’’
ucap aku sambil menagis menatap liontin itu.
‘’ bodoh sekali kau sinta, memang
bodoh, benar kata jasmine kau hanya cupu berkacamata yang tidak bisa melakukan
apapun, bodoh bodoh bodoh’’ ucap ku sambil memukul kepalaku sendiri.
‘’ aku benci semua nya.... aku
benci jasmine.... aku benci kacamata ini aku benci diriku sendiri’’ teriakku
sambil membuat kacamata ku di bak sampah.
Pandanganku mulai kabur kepalaku
mulai pusing , mungkin ini adalh efek aku tidak memakai kacamata aku memang
penderita mata minus yang harus mewajibkanku memakainya kemanapum aku
pergi. ‘’ tolong jangan pingsan, aku
mohon’’ ucapku pada diri sendiri sambil memegang kepalaku yang pusing.
‘’krieeett’’ Tiba- tiba pintu
toilet terbuka , entah siapa yang membukanya, aku memandang pintu yang perlahan
lahan mulai terbuka, penglihatanku samar samar ditambah rasa pusing yang
kepalaku yang mulai bertambah sakit, terlihat sosok berpakaian serba hitam yang terlihat samar
samar mulai mendekati diriku yang tersungkur didekat keloset, aku berusaha
mengambil kembali kacamataku yang ku buang di bak sampah tadi agar bisa melihat
dengan jelas siapa orang itu. Namun
nihil bukan berhasil mengambil kacamataku kembali aku malah jatuh pingsan
akibat tak bisa menahan rasa pusingku.
bersambung.....